Boeing akan menghadapi tahun yang sulit. Pendapatan produsen pesawat terkemuka tersebut kemungkinan besar tidak akan melebihi pengeluarannya tahun ini. Pada kuartal kedua, Boeing tidak akan dapat meningkatkan pengiriman pesawat baru karena krisis yang membatasi produksi model-model terpopulernya.
Dibebani oleh penundaan pengiriman, perusahaan ini akan mengalami free cash flow negatif pada tahun 2024, CFO perusahaan itu memperkirakan. Pernyataannya menyebabkan saham Boeing anjlok 7,6%, ditutup pada $172,21 per saham tanggal 23 Mei.
Keterlambatan pengiriman pesawat ke Tiongkok dalam beberapa minggu terakhir dapat dikaitkan dengan pengawasan peraturan dari otoritas Tiongkok mengenai baterai yang menggerakkan perekam suara kokpit. Saat ini, Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok sedang menyelesaikan tinjauan baterainya.
Penurunan saham bukan satu-satunya masalah yang dihadapi Boeing. Masalah lainnya adalah masalah manufaktur dan penundaan pengiriman ke Tiongkok.
Sebelumnya, diberitakan bahwa produksi pesawat Boeing menurun signifikan karena meningkatnya pengawasan dari para regulator, maskapai penerbangan, dan anggota parlemen di Amerika Serikat setelah serangkaian insiden tidak menyenangkan.
Lebih lanjut, CFO Boeing mengakui perusahaan telah mengecewakan pelanggannya. Gangguan pabrik dan keterlambatan pengiriman ke Tiongkok semakin memperburuk keadaan. Akibatnya, Boeing menghabiskan uang tunai sebesar $3,9 miliar pada kuartal pertama. Pada kuartal kedua tahun 2024, perusahaan dapat membelanjakan lebih banyak lagi, tambah CFO.