Bitcoin bersiap untuk kenaikan tajam. Yang mengejutkan, banyak pakar percaya bahwa Federal Reserve berperan penting dalam meningkatkan nilai BTC.
Menurut para analis di 10x Research, tingkat inflasi AS dan tindakan The Fed akan menjadi faktor makroekonomi penting yang mempengaruhi BTC bulan ini.
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan 7% di bawah level tertinggi sepanjang masa yang tercatat di bulan Maret. Sepanjang bulan Mei, harga BTC tetap stabil di atas $67.000–$68.000. Namun, mulai 27 Mei hingga 2 Juni, aset digital terkemuka ini menunjukkan peningkatan volatilitas. Hal ini dapat dijelaskan oleh Mt. Gox, bursa yang bangkrut, perpindahan Bitcoin, peretasan besar-besaran pada bursa crypto Jepang DMM, dan rilis data makroekonomi AS.
Sejumlah spesialis di 10x Research menekankan bahwa rata-rata volume traidng harian BTC tidak melebihi $50 miliar. Mereka menyoroti berkurangnya minat terhadap aset digital terkemuka. Namun, tingkat pendanaan dan indikator pembayaran untuk trader dengan posisi terbuka di kontrak berjangka abadi masih terbilang positif.
Para ahli strategi mata uang di 10x Research percaya bahwa tindakan Federal Reserve dan kenaikan inflasi dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan baru Bitcoin. Selain itu, indeks harga konsumen (CPI) AS, yang akan dirilis pada 12 Juni, diperkirakan turun hingga 3,3%. Hal ini bisa memberikan dukungan yang signifikan untuk Bitcoin, menurut 10x Research.
Saat ini, para analis perusahaan telah mencatat penurunan signifikan dalam cadangan BTC di bursa. Bulan lalu, sebanyak 88.000 koin ditarik dari bursa, sehingga total volume turun menjadi 2.5 juta. Ini adalah level terendah sejak Maret 2018, para ahli menekankan.
Arus keluar Bitcoin dari bursa bertepatan dengan berakhirnya periode 45 hari, dan investor terdaftar di AS yang mengelola lebih dari $100 juta harus mengungkapkan posisi mereka di sekuritas dan cryptocurrency. Para analis percaya bahwa berkurangnya pasokan BTC di bursa akan meningkatkan permintaan untuk cryptocurrency pertama.