Dolar akan tetap menjadi mata uang trading global

Proses dedolarisasi panjang dan sulit. Para ahli menekankan, banyak masalah menanti. Salah satu permasalahan utamanya adalah lambatnya pengembangan sistem pembayaran regional baru yang tidak berbasis USD.
Para ahli mengatakan sistem ini memiliki infrastruktur yang lemah dan menghadapi tantangan implementasi. Euro, dengan likuiditasnya yang tinggi dan infrastruktur yang sangat baik, dapat menjadi pesaing serius terhadap dolar AS.
Perwakilan lembaga keuangan telah mengomentari situasi ini dan menyoroti hambatan yang dihadapi oleh sistem pembayaran regional yang baru. Sebagian besar upaya untuk menggantikan dolar telah gagal. Semua alternatif kemungkinan besar akan menghadapi tantangan infrastruktur dan geopolitik.
Analis menunjuk mBridge sebagai inisiatif teknologi yang bertujuan untuk menggantikan greenback. Platform lintas batas ini menggunakan mata uang digital bank sentral terbaru, yang didukung oleh Tiongkok, Hong Kong, UEA, dan Thailand. Pesaing lainnya adalah Sistem Pembayaran dan Penyelesaian Pan-Afrika, yang memungkinkan pembayaran dalam mata uang lokal.
Namun, banyak proyek yang menghadapi kesulitan. Saat ini, dolar menyumbang 58% dari cadangan global. Hal ini memimpin semua mata uang lainnya dalam pembayaran global. Menurut SWIFT, pada bulan April tahun ini, greenback mencakup 47,31% pembayaran global.
Euro tetap menjadi pesaing yang layak terhadap dolar. Saat ini euro menjadi mata uang cadangan terbesar kedua di dunia, yang menawarkan likuiditas tinggi dan infrastruktur yang kuat.