​Penjualan Tesla di Eropa anjlok pada bulan Mei

Tesla, produsen kendaraan listrik terkemuka, sedang menghadapi masa-masa sulit. Penjualannya telah turun secara signifikan. Berdasarkan sejumlah laporan terkini, pada bulan Mei, penjualan Tesla di Uni Eropa anjlok sebesar 34,2% karena penurunan tajam permintaan mobil bertenaga baterai baru.

Para ahli telah mengamati penurunan besar dalam permintaan kendaraan listrik di Eropa selama beberapa bulan terakhir. Ini adalah kejutan yang tidak menyenangkan bagi perusahaan tersebut karena kawasan Eropa terus menunjukkan pertumbuhan aktif selama beberapa tahun. Pada saat yang sama, persaingan untuk merilis model-model yang lebih terjangkau makin sengit.

Sebelumnya, Komisi Eropa, yang bertujuan untuk melindungi produsen-produsen mobil domestik dari arus masuk barang impor murah, mengumumkan penerapan bea awal hingga 38,1% pada sejumlah mobil listrik produksi Tiongkok. Aturan ini akan berlaku pada bulan Juli. Sebagai tanggapan, manajemen Tesla mengumumkan potensi kenaikan harga untuk Model 3 produksi Tiongkok mereka setelah peraturan UE mulai berlaku.

Berdasarkan perkiraan Asosiasi Produsen Mobil Eropa, total volume penjualan mobil listrik di Uni Eropa turun sebesar 12% pada bulan Mei dibandingkan dengan tahun lalu. Ini dapat disebabkan oleh penurunan penjualan kendaraan listrik di Jerman sebesar 30%. Hal ini terjadi setelah subsidi untuk pembelian mobil listrik berakhir di penghujung 2023.