Trump ingin taklukkan Federal Reserve?

Semua orang sepakat bahwa lebih efisien untuk bekerja sama dari pada bersaing. Namun, beberapa pengambil kebijakan dengan keras kepala mengabaikan kebenaran sederhana ini. Mereka sama sekali tidak bisa mencapai kesepakatan—misalnya, Donald Trump dan Federal Reserve.

Menurut Bloomberg, salah satu isu utama dalam pemilihan presiden AS adalah independensi bank sentral. Mantan Presiden Donald Trump menyoroti masalah ini. Kini, para pendukung dan penentang miliarder itu bertanya-tanya apakah Trump akan mencabut beberapa hak istimewa Federal Reserve dan mengurangi otonomi regulator jika terpilih kembali.

Saat ini, sikap Donald Trump terkait topik ini masih belum jelas. Namun, pada tahun 2018, ia mengatakan tidak akan mengangkat kembali Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve. Mantan Presiden AS itu geram dengan serangkaian kenaikan suku bunga hasil kebijakan Powell.

Menurut survei yang dilakukan oleh Bloomberg, 44% responden memperkirakan independensi Federal Reserve akan melemah atau kekuasaannya akan terancam jika miliarder tersebut menang.

US Presidents have the right to appoint their nominees to the Federal Reserve Board of Governors, including the head of the central bank. Federal Reserve’s governors are elected for a 14-year term, and the Chairman serves a 4-year term. They represent the Federal Open Market Committee (FOMC), which sets monetary policy and fine-tunes interest rates.

Presiden AS memiliki hak untuk menunjuk sejumlah kandidat Dewan Gubernur Federal Reserve, termasuk kepala bank sentral. Gubernur Federal Reserve dipilih untuk masa jabatan 14 tahun dan Ketuanya menjabat untuk masa jabatan 4 tahun. Mereka mewakili Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), yang menetapkan kebijakan moneter dan menyesuaikan suku bunga.

Pemimpin Bank Sentral AS saat ini Jerome Powell dipilih untuk jabatan ini pada tahun 2018. Kemudian, pada tahun 2021, Presiden AS Joe Biden mengangkat kembali Jerome Powell. Masa jabatannya sebagai ketua The Fed akan berakhir pada tahun 2026. Jika ia dilantik kembali, masa jabatan Powell berikutnya akan berakhir pada tahun 2028. Pada saat itu, ia telah menyelesaikan seluruh masa jabatannya sebagai bankir sentral dan berdasarkan hukum, tidak akan memenuhi syarat untuk dipilih kembali.

Importantly, the Federal Reserve Act states that members of the board of governors, including the head of the central bank, can be removed from office by the president for reasons of gross errors or power abuse. However, even if the Fed’s chairman is deprived of authority, he can still remain on the board of governors. In addition, the former Fed chief may contend for another important position, such as Chair of the Open Market Committee. Reforming the Federal Reserve is a long process that requires amendments to the law and approval by the US Congress.

Pada intinya, Undang-Undang Federal Reserve menyatakan bahwa anggota dewan gubernur, termasuk kepala bank sentral, dapat diberhentikan dari jabatannya oleh presiden atas alasan kesalahan besar atau penyalahgunaan kekuasaan. Namun, bahkan jika ketua The Fed dicabut wewenangnya, ia masih bisa menjadi anggota dewan gubernur. Selain itu, mantan ketua Fed mungkin akan bersaing untuk posisi penting lainnya, seperti Ketua Komite Pasar Terbuka. Mereformasi Federal Reserve adalah proses panjang yang memerlukan amandemen undang-undang dan persetujuan Kongres AS.