Jim Rogers, seorang investor terkenal Amerika, telah mengangkat isu sensitif. Ia yakin bahwa bantuan militer dan keuangan ke Ukraina, serta konflik Washington dengan Moskow, akan sangat memperlambat perkembangan ekonomi negara-negara Eropa. Selain itu, Rogers yakin hal ini dapat menyebabkan runtuhnya Uni Eropa.
Pemberi modal tersebut berpendapat bahwa hal ini akan menjadi faktor perlambatan ekonomi. Dalam dua atau tiga tahun ke depan, Eropa akan menghadapi masalah, dan para politisi mungkin mengusulkan untuk meninggalkan euro.
Menurut Rogers, mata uang seperti euro selalu menghilang seiring berjalannya waktu, artinya mata uang Eropa juga akan hancur.
Selain itu, para analis tidak mengesampingkan disintegrasi Uni Eropa. Ia meyakini semakin banyaknya permasalahan di Uni Eropa akan meningkatkan keinginan negara-negara anggotanya untuk keluar dari Uni Eropa. Contoh utama adalah Inggris, yang telah meninggalkan serikat pekerja, tegas pemberi modal tersebut.
Sebelumnya, Jim Rogers mengomentari situasi sanksi anti-Rusia. Investor tersebut beranggapan bahwa pihak berwenang Rusia telah melakukan pekerjaan yang terpuji dalam melewati pembatasan yang diberlakukan oleh Barat. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa, seiring berjalannya waktu, Rusia akan pulih sepenuhnya dari dampak negatif sanksi tersebut.