Indeks Saham Acuan di Asia-Pasifik Mengalami Kerugian Besar Harian

Menurut Bloomberg, telah tercatat keruntuhan besar pada indeks saham di pasar-pasar di kawasan Asia-Pasifik. Situasi ini didefinisikan sebagai bencana. Oleh karena itu, tindakan mendesak diperlukan untuk mengatasinya.

Agensi berita tersebut mencatat bahwa penurunan tiba-tiba dalam indeks saham dipicu oleh kinerja buruk saham-saham high-tech lokal. Akibatnya, indeks saham regional utama mengalami kerugian besar. TOPIX Jepang turun sebesar 10,6%, mencatatkan penurunan intraday terbesar sejak tahun 1987. Indeks Nikkei anjlok sebesar 13,4%.

Dinamika negatif ini merambah ke banyak platform trading di kawasan Asia-Pasifik. Indeks Taiex Taiwan terjun sebesar 8,4%, dan indeks Kospi Korea turun 8%. Indeks MSCI Asia Pacific turun 4,9%, hasil terburuk sejak tahun 2020. Para ahli mengaitkan penurunan ini dengan jatuhnya saham raksasa-raksasa teknologi tinggi seperti TSMC, Samsung Electronics, Toyota Motor, dan Mitsubishi UFJ Financial Group, yang menyumbang hampir 25% dari kerugian indeks MSCI.

Sebelumnya, Bloomberg melaporkan bahwa otoritas Jepang menghadapi pilihan sulit: apakah akan fokus pada stabilitas yen atau memprioritaskan dukungan untuk pasar saham lokal. Saat ini, pejabat moneter Jepang telah berhasil menemukan keseimbangan. Namun, risiko resesi di AS dapat dengan tajam menguatkan yen terhadap dolar AS, yang dapat memberikan tekanan bearish signifikan pada saham-saham Jepang, para ahli menyimpulkan.