Bursa saham Jepang kembali bangkit setelah aksi jual besar-besaran

Bursa saham Jepang sekali lagi mengejutkan para analis dan investor. Seperti seekor burung phoenix yang bangkit dari abu, bursa saham melambung untuk membuktikan kekuatannya. Menurut Bloomberg, beberapa indeks saham Jepang pulih ke level yang terlihat sebelum penurunan baru-baru ini.

Bursa ekuitas Jepang telah sepenuhnya menghapus penurunan dramatis pada 5 Agustus, yang merupakan penurunan paling dalam sejak 1987. Dengan demikian, situasi pasar telah stabil. Pada 13 Agustus, indeks Nikkei 225 kembali naik ke level-level sebelum jatuh.

Para analis mengaitkan pemulihan tajam dalam bursa saham Jepang ini dengan nilai yen yang lebih lemah dan revisi estimasi laba perusahaan yang sahamnya dilanda aksi jual panik. Namun, indeks Nikkei 225 dan Topix masih 8% di bawah level yang tercatat pada akhir Juli dan 13% di bawah puncak historisnya yang dicapai pada Juni 2024. Meski demikian, Bloomberg mencatat bahwa situasinya membaik.

Rakuten muncul sebagai saham dengan performa terbaik, dengan saham-sahamnya naik 9,22% karena kerugian operasional yang lebih rendah. Tokyo Electron, produsen semikonduktor besar, mengalami kenaikan saham sebesar 6,16%.

Menurut Ikuo Mitsui, manajer dana di Aizawa Securities, investor terus meningkatkan pembelian saham-saham undervalue.

Terlebih, pada 5 Agustus, indeks acuan Jepang nikkei 225 dan Topix kehilangan lebih dari 12% dalam satu hari, yang memicu penurunan tajam di bursa-bursa global. Bloomberg memperkirakan bahwa selama tiga minggu terakhir, kapitalisasi pasar global menyusut hingga $6,5 triliun.