Goldman Sachs menurunkan kemungkinan resesi AS menjadi 20%

Goldman Sachs, salah satu bank investasi terbesar dunia, bergulat dengan pertanyaan penting apakah resesi akan segera terjadi di Amerika Serikat. Analis terbaru bank menghasilkan probabilitas resesi AS yang lebih rendah. Saat ini, peluang terjadinya skenario tersebut pada tahun depan sebesar 20%.

Pada waktu yang sama, Goldman Sachs mengakui bahwa estimasi ini dapat direvisi. Prospek yang diperbarui ini dibuat berdasarkan pada data ekonomi AS yang lebih kuat dari ekspektasi, termasuk kenaikan nyata dalam indeks aktivitas sektor jasa. Menurut Chief Economist Goldman Sachs Jan Hatzius, jika laporan pasar tenaga kerja AS yang dirilis pada 6 September cukup positif, bank tersebut dapat menurunkan kemungkinan resesi AS menjadi 15%.

Hatzius juga memperkirakan bahwa keputusan Federal Reserve dalam rapat mendatangnya tidak terlalu penting dibandingkan dengan memilih strategi jangka menengah. Regulator itu memiliki fleksibilitas untuk melakukan pemotongan satu kali sebesar 50 basis poin atau penurunan bertahap sebesar 25 basis poin.

Sebelumnya, investor Amerika Jim Rogers berspekulasi bahwa resesi mungkin mengintai ekonomi AS dan berpotensi mulai terjadi pada 2024. Menurut Rogers, negara itu telah mengalami penurunan yang sama setiap beberapa tahun, semenjak lahirnya negara itu. Ia memprediksi AS dapat menghadapi resesi pada akhir tahun ini atau pada paruh pertama tahun depan.