Samson Mow menganggap BTC sebagai aset bebas risiko

Samson Mow, mantan Chief Strategy Officer di Blockstream dan CEO Jan3, mengajukan pertanyaan menarik: apa yang menarik para investor kepada Bitcoin? Pebisnis itu mencoba menganalisis peran risiko dalam dinamika BTC. Tentu saja, ini adalah hal penting. Mempelajarinya akan membantu memahami prospek aset digital teratas ini.

Menurut Mow, Bitcoin terutama menarik perhatian para investor jangka panjang. Mereka tidak ingin menghasilkan uang dengan cepat saat trading cryptocurrency pertama itu namun siap bermain permainan yang panjang. Para investor ini tidak terlalu khawatir dengan volatilitas BTC, melainkan fokus pada potensi jangka panjangnya. Trader-trader seperti itu menganggap Bitcoin sebagai aset yang stabil.

Mow mengutip Michael Saylor, salah satu pendiri dan pimpinan eksekutif MicroStrategy, sebagai contoh. Saylor di depan umum berjanji akan mempertahankan BTC miliknya selama 100 tahun.

Mow juga mencatat bahwa Bitcoin sangatlah penting untuk orang-orang yang tinggal di negara dengan inflasi tinggi dan rezim otoriter. Pebisnis itu menekankan bahwa untuk orang-orang seperti itu, Bitcoion merupakan alat kebebasan ekonomi yang mendorong daya beli. Ia percaya tipe investor seperti ini menyerap dengan cepat Bitcoin yang tersedia di pasar.

Belum lama ini, CEO Jan3 itu menyatakan bahwa BTC berpotensi mencapai level $1 juta, terlepas dari penurunan pasar saat ini. Namun, Mow percaya bahwa jumlah koin dari bursa MtGox yang akan dilepaskan ke pasar tidak mungkin lebih dari 20%.

Sebelumnya, prediksi positif mengenai Bitcoin dibuat oleh pengusaha asal Amerika, Robert Kiyosaki, penulis buku terlaris “Rich Dad Poor Dad.” Ia berulang kali menyebut aset digital utama sebagai pelindung terhadap risiko, yang dapat melindungi para investor dari devaluasi mata uang fiat dan gejolak ekonomi. Belum lama ini, penulis buku terlaris itu sekali lagi merekomendasikan para pelaku pasar untuk membeli lebih banyak emas, perak dan Bitcoin.