Menteri Perekonomian Jerman, Katerina Reiche, mengatakan Jerman dan Uni Eropa tidak dapat memenangkan konflik perdagangan yang memanas dengan Amerika Serikat. Ia memperingatkan bahwa ancaman tarif timbal balik dari Eropa akan kontraproduktif dan hanya akan memperburuk situasi. Reiche menyerukan Uni Eropa untuk mengembangkan kebijakan perdagangan yang terkoordinasi, dengan mencatat bahwa negara-negara anggota memiliki kepentingan berbeda dan belum siap untuk bertindak sebagai satu kesatuan.
Sikapnya mencerminkan pesimisme yang semakin meningkat di kalangan kepemimpinan Jerman untuk menghadapi tekanan ekonomi AS. Reiche secara efektif mengakui adanya asimetri. Dengan demikian, ekonomi AS lebih besar dan lebih mandiri, memberi Washington kapasitas yang lebih besar untuk mempertahankan sengketa perdagangan yang berkepanjangan tanpa kerusakan yang parah. Sebaliknya, ekonomi Jerman yang terbuka dan bergantung pada ekspor akan menderita kerugian yang lebih besar akibat perang dagang.
Wakil Kanselir Lars Klingbeil mengambil sikap yang lebih keras, menyebut pernyataan Presiden Trump tentang Greenland dan usulan tarif 10 persen sebagai "garis merah." Klingbeil mengingatkan para lawan bicaranya bahwa Uni Eropa memiliki alat anti-pemaksaan yang diatur dalam undang-undang untuk menanggapi pemerasan ekonomi. Perbedaan pendapat antara menteri perekonomian dan wakil kanselir menunjukkan adanya perpecahan internal di Jerman mengenai taktik untuk bernegosiasi dengan Washington.