Trump memperingatkan Tiongkok akan mengenakan tarif 50% atas dukungannya terhadap Iran


Donald Trump secara resmi mengumumkan niatnya untuk menerapkan tarif 50% pada semua barang asal Tiongkok apabila laporan mengonfirmasi bahwa Beijing telah memasok sistem pertahanan rudal portabel ke Iran. Peringatan ini menyusul data intelejen yang mengungkapkan potensi perluasan kerja sama militer teknis antara Tiongkok dan Teheran di tengah ketidakstabilan yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Dalam sebuah wawancara bersama Fox News, presiden AS menyatakan skeptisme mengenai keandalan laporan-laporan ini sambil menguraikan skala potensi respons ekonomi. "Saya ragu mereka akan melakukannya... tetapi apabila mereka ketahuan oleh kita melakukan itu, mereka akan dikenakan tarif 50%, yang merupakan angka mengejutkan, angka ini mengejutkan," kata Trump. Meskipun Tiongkok merupakan salah satu penjamin gencatan senjata sementara, setiap potensi pengiriman senjata dapat secara radikal mengubah dinamika hubungan AS-Tiongkok, memperkenalkan ketidakpastian yang signifikan ke dalam proses perdagangan global.

Ekonomi Tiongkok tetap sangat bergantung pada ekspor Iran yang menyumbang lebih dari 80% dari seluruh pembellian minyak Iran yang dikenai sanksi pada tahun 2025. Menurut perusahaan analitik Kpler, kapal tanker Tiongkok termasuk di antara sedikit kapal yang tetap memiliki akses ke Selat Hormuz selama blokade maritim saat ini. Kenaikan harga bensin di Tiongkok telah mencapai 11%, mendorong pemerintah untuk memberlakukan batasan pad administratif pada harga ritel untuk menstabilkan pasar domestik. Eskalasi lebih lanjut dari konflik perdagangan dengan AS menimbulkan risiko tambahan bagi keamanan energi Tiongkok dan stabilitas sektor industrinya.