Donald Trump mengonfirmasi kerusakan signifikan pada sistem keuangan global yang disebabkan oleh permusuhan selama enam minggu di Iran dan wilayah sekitarnya. Presiden AS tersebut memprediksi stabilisasi pasar dan kembalinya harga energi ke tingkat sebelum krisis sebelum dimulainya pemilihan paruh waktu pada musim gugur 2026.
Dalam sebuah wawancara dengan Fox Business, Donald Trump mengomentari tantangan ekonomi saat ini: “Yah, lihat, akan ada dampaknya, karena, Anda tahu, kita telah melalui ini selama enam minggu sekarang... tetapi saya pikir ekonomi akan pulih sepenuhnya.” Presiden AS menekankan bahwa dampak buruk dari biaya energi yang lebih tinggi dirasakan di setiap benua, tetapi ia mengatakan laju pemulihan akan mengatasi dampak krisis tersebut. Gedung Putih mengandalkan penurunan harga minyak dan gas yang substansial untuk mengurangi tekanan inflasi pada komunitas global dalam beberapa bulan mendatang.
Harga bahan bakar yang tinggi telah menjadi isu politik domestik yang penting menjelang pemilu mendatang. Wakil Presiden J.D. Vance secara resmi telah mengkonfirmasi niat pemerintah untuk secara aktif terlibat dalam dialog dengan Teheran untuk meringankan beban keuangan warga. Pemerintah AS mengakui kesulitan yang ditimbulkan oleh kenaikan harga bensin dan memandang penyelesaian diplomatik sebagai alat prioritas untuk menormalkan sektor energi. Keberhasilan dalam perbincangan dengan Iran akan memperkuat posisi partai yang berkuasa di panggung politik.