Bank Sentral Eropa (ECB) siap mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mengembalikan pertumbuhan inflasi konsumen ke tingkat target. Anggota Dewan Gubernur ECB, Olaf Sleipen, mengatakan dalam pidatonya di Amsterdam bahwa bank regulator akan melakukan segala upaya untuk menekan inflasi utama di zona euro. Ia mencatat bahwa pertemuan bulan Juni mendatang, dean bank sentral akan memiliki data ekonomi yang jauh lebih rinci dan komprehensif daripada saat pertemuan sebelumnya. Informasi terbaru tersebut akan menjadi dasar untuk pengambilan keputusan mengenai arah kebijakan moneter di masa mendatang.
Di antara para pembuat kebijakan ECB, saat ini terdapat perdebatan aktif mengenai sejauh mana pengetatan moneter yang diperlukan. Anggota Dewan Eksekutif, Isabel Schnabel, secara terbuka menyerukan kenaikan suku bunga pad pertemuan berikutnya, dengan menunjukkan risiko yang tidak dapat diterima apabila mengabaikan guncangan makroekonomi saat ini dalam hal skala dan persistensinya. Pada saat yang sama, kepala ekonomi ECB, Philip Lane, mengambil sikap yang jauh lebih berhati-hati, yaitu menunggu dan melihat. Dengan latar belakang ini, anggota ECB yang memiliki hak suara sedang mempelajari secara detail mengenai mekanisme di mana kenaikan tajam harga komoditas memengaruhi indikator harga terkait di seluruh pasar Eropa.
Para anggota Governing Councik harus dengan cermat mempertimbangkan tekanan inflasi yang kuat terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan dan meningkatnya risiko terhadap stabilitas keuangan jangka panjang di kawasan tersebut. Pemicu utama dari volatilitas pasar tetaplah perang yang sedang berlangsung di Iran dan akibat terjadinya lonjakan tajam harga minyak dan gas. Urgensi untuk mengambil tindakan tegas digarisbawahi oleh statistik resmi terbaru yang menunjukkan bahwa CPI tahunan di zona euro naik menjadi 3% pada bulan April, jauh di atas target ECB sebesar 2%.