Harga minyak global mengalami penurunan tajam akibat peningkatan jumlah kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz yang strategis. Kontrak berjangka Juli untuk minyak mentah Brent Laut Utara turun 4,58%, mencapai $95 per barel. Bersamaan dengan itu, kontrak berjangka minyak mentah WTI AS untuk bulan yang sama anjlok 5,4%, mencapai $88,80 per barel. Para analis yang disurvei oleh lembaga internasional mengaitkan tren ini dengan pelaku pasar yang mulai memperhitungkan kemajuan signifikan dalam menyelesaikan krisis berkepanjangan seputar jalur transportasi utama ini.
Penurunan harga terjadi terlepas dari ketegangan tinggi yang berlanjut di Timur Tengah dan aksi militer baru. Pada 26 Mei, pasukan AS melakukan serangkaian serangan terhadap target di dekat Selat Hormuz, sementara Israel secara signifikan meningkatkan pemboman di Lebanon. Penghentian permusuhan ini secara tradisional dipandang sebagai syarat utama bagi Teheran untuk memasuki perjanjian perdamaian potensial apa pun. Namun, para pelaku pasar memilih untuk fokus pada peningkatan nyata aliran minyak mentah fisik melalui jalur maritim yang baru dapat diakses, dengan mempertimbangkan dimulainya kembali logistik sebagai faktor yang lebih penting daripada konfrontasi lokal yang sedang berlangsung.
Dengan latar belakang ini, para pejabat keamanan Iran terus mengeluarkan pernyataan yang keras dan agresif. Secara khusus, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia, Ibrahim Zolfaqari, secara terbuka mendesak komunitas internasional untuk bersiap menghadapi lonjakan harga minyak hingga $200 per barel. Ia menekankan bahwa kemungkinan mencapai kompromi tidak mungkin terjadi sampai Washington menghentikan aktivitas militernya di kawasan tersebut dan di wilayah Iran. Meskipun demikian, para ahli internasional memperingatkan agar tidak terlalu melebih-lebihkan retorika ini, dengan menunjukkan tanda-tanda jelas kekacauan dalam pemerintahan Iran, di mana pernyataan dari berbagai lembaga seringkali saling bertentangan, sehingga mempersulit pemahaman tentang arah kebijakan luar negeri negara tersebut yang sebenarnya.