Investasi AI dan permintaan yang kuat menjaga S&P 500 dari penurunan

Bank investasi terkemuka AS JPMorgan Chase & Co. secara resmi menaikkan target penutupan tahun untuk indeks S&P 500 menjadi 7.800 poin, jauh di atas proyeksi sebelumnya sebesar 7.200. Target revisi ini mengimplikasikan upside sekitar 5,9% dari harga penutupan 23 Juni. Chief Market Strategist JPMorgan, Dubravko Lakos‑Bujas, mengatakan pasar keuangan AS bergerak secara bertahap menuju skenario ekonomi paling menguntungkan, dengan ekspektasi resolusi diplomatik atas ketegangan geopolitik berkepanjangan antara Washington dan Tehran menjadi katalis utama.

Namun Lakos‑Bujas memperingatkan bahwa trajektori kenaikan pasar kemungkinan tidak akan mulus, karena investor harus melewati sejumlah tantangan jangka pendek. Laba korporasi yang luar biasa kuat selama dua kuartal terakhir telah secara signifikan meningkatkan ekspektasi menjelang musim laporan perusahaan mendatang. Menurut data FactSet terbaru, net earnings perusahaan S&P 500 meningkat hampir 14% pada kuartal IV‑2025 dan melonjak 28,9% pada kuartal I‑2026. Dengan proyeksi pertumbuhan earnings sekitar 22% lagi untuk kuartal ini, perusahaan mungkin akan semakin sulit melampaui ekspektasi tinggi Wall Street, baik untuk kinerja keuangan maupun capital expenditures.

Hambatan tambahan bagi saham dalam beberapa bulan ke depan bisa termasuk meningkatnya supply sekuritas baru yang diterbitkan dan risiko pengetatan kebijakan moneter dari the Federal Reserve. Meski menghadapi tantangan tersebut, analis Lakos‑Bujas tetap yakin pasar bull jangka panjang akan tetap utuh. Menurutnya, berlanjutnya pertumbuhan investasi korporasi di bidang artificial intelligence (AI), dikombinasikan dengan ketahanan consumer spending AS, akan tetap menjadi katalis kuat yang mendukung kenaikan lebih lanjut di pasar saham.