Nilai simbolis Trump anjlok sebesar 97%

Hampir satu juta investor yang memercayai cryptocurrency Donald Trump kini harus menanggung kerugian. Menurut The New York Times, yang mengutip data dari platform analitik Nansen, total kerugian pembeli token TRUMP telah mencapai US$3,81 miliar pada akhir Juni.

Pada tanggal 3 Juli, nilai token tersebut hanya sebesar US$1,76, atau 97% lebih rendah daripada rekor harga tertingginya. Saat euforia memuncak pada bulan Januari tahun lalu, harga satu koin meme tersebut sempat mencapai US$75,35.

Salah satu pihak yang terdampak adalah Nicholas Pinto, seorang trader crypto independen yang secara aktif mendukung Trump dalam pemilihan umum 2024. Investor tersebut telah menanamkan modal sekitar US$500.000 ke dalam token terkait Trump ini, tetapi kehilangan separuh modalnya dan kini secara terbuka menyebut promosi koin tersebut sebagai tindakan yang "hampir menyerupai penipuan legal."

Para analis menyatakan bahwa situasi ini mencerminkan pola klasik pasar koin meme, di mana hanya segelintir investor awal yang berhasil meraup keuntungan nyata, sementara sebagian besar investor lainnya harus menanggung beban dari keuntungan tersebut. Harga melonjak tajam di tengah euforia, tetapi kemudian anjlok dengan cepat saat para pembeli awal melepas aset mereka kepada pendatang baru yang ingin ikut serta dalam tren tersebut.

Sejumlah senator Amerika Serikat telah berulang kali mendesak pelarangan terhadap promosi cryptocurrency Trump tersebut. Namun, upaya untuk menekan Gedung Putih belum membuahkan hasil, dan koin meme yang diluncurkan pada Januari 2025 itu terus diperdagangkan secara bebas di berbagai bursa, sehingga semakin memperbesar kerugian para pemegangnya.