IMF memperingatkan akan adanya tekanan ekonomi: suku bunga tinggi dan biaya hidup yang terus meningkat


Ekonomi global menghadapi ancaman baru berupa guncangan inflasi. Menurut The Financial Times, mengutip para ahli dari Dana Moneter Internasional (IMF), kebangkitan kembali konflik di Timur Tengah dapat mengganggu rantai pasokan global dan mendorong kenaikan harga.

Mengingat risiko geopolitik, IMF telah merevisi proyeksi makroekonominya untuk tahun 2026. Prediksi inflasi global telah dinaikkan menjadi 4,7%, sementara ekspektasi pertumbuhan ekonomi telah diturunkan menjadi 3%. Analis IMF mencatat bahwa tren menuju disinflasi telah terhenti, dan bank sentral di seluruh dunia mungkin perlu menaikkan suku bunga kembali.

Laporan tersebut menekankan bahwa risiko paling mendesak bagi ekonomi global saat ini berasal dari Timur Tengah. Permusuhan yang kembali terjadi di kawasan tersebut diprediksi akan melemahkan pertumbuhan global dan memperburuk tekanan harga.

Situasi ini semakin rumit karena kerentanan jalur perdagangan yang tinggi. Pada bulan April lalu, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva memperingatkan bahwa blokade Selat Hormuz akan mengakibatkan kenaikan tajam harga pangan di seluruh dunia.