Tiongkok memperingatkan AS atas langkah balasan terkait rancangan undang-undang tarif impor energi Rusia

Liu Chang, juru bicara Kedutaan Besar Tiongkok di Washington, menyatakan bahwa Beijing akan mengambil segala langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan serta warganya jika AS mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) baru yang memberlakukan sanksi anti-Rusia. Diplomat tersebut menegaskan bahwa Tiongkok sangat menentang pembatasan sepihak yang tidak memiliki dasar hukum internasional dan tidak mendapat mandat dari Dewan Keamanan PBB.

Inisiatif tersebut telah disahkan oleh Senat AS dengan dukungan mayoritas mutlak. RUU yang disusun dengan melibatkan mendiang Senator Lindsey Graham itu mengatur pengenaan tarif sebesar 100% terhadap lima pembeli terbesar sumber daya energi Rusia, serta tarif 500% untuk semua impor dari Rusia ke Amerika Serikat.

Dokumen tersebut telah diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), tetapi para anggota parlemen baru akan mulai membahasnya pada bulan September, setelah masa reses musim panas yang berlangsung hingga 31 Agustus berakhir. Jika disetujui oleh majelis rendah tersebut, RUU itu akan dikirimkan kepada Presiden AS Donald Trump untuk ditandatangani.