Christine Lagarde mengakui runtuhnya tiga pilar utama model ekonomi Eropa

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde menyatakan bahwa model pertumbuhan ekonomi Eropa pascaperang, yang telah menghadirkan kemakmuran bagi kawasan tersebut selama beberapa dekade, kini mulai runtuh dan kecil kemungkinan akan dapat dipulihkan ke bentuk semula. CNBC melaporkan bahwa ia menyoroti terkikisnya tiga pilar penopang utama ekonomi Eropa: perdagangan bebas global, industri manufaktur yang maju, serta tatanan dunia stabil yang didukung oleh "payung keamanan" Amerika.

Di tengah tantangan struktural tersebut, pimpinan ECB ini juga menggarisbawahi kekuatan zona euro, yaitu jaringan perjanjian perdagangan yang luas, basis industri yang canggih, serta pasar tunggal yang berskala besar. Lagarde juga menekankan pentingnya Eropa untuk belajar dari pengalaman era dot-com dan menghindari ketertinggalan dalam bidang kecerdasan buatan (AI). Ia berpendapat bahwa jika negara-negara lain telah banyak menuai keuntungan komersial dari gelombang pertama digitalisasi, Uni Eropa tidak boleh membiarkan dirinya tertinggal dalam revolusi digital kedua.

Peringatan Christine Lagarde ini muncul di tengah tekanan yang kian meningkat terhadap dunia usaha Eropa. Pada kuartal kedua tahun 2026, angka kebangkrutan perusahaan di Uni Eropa melonjak sebesar 5,7%, dengan tren penutupan usaha yang negatif tercatat pada lima dari tujuh sektor ekonomi utama.