Ekspektasi inflasi di AS masih tinggi meskipun telah terjadi kenaikan harga secara berkelanjutan selama lima tahun di atas level target resmi. Menurut laporan terbaru dari Goldman Sachs, kekhawatiran Federal Reserve mengenai perubahan psikologi konsumen dan pelaku bisnis yang bersifat permanen (tidak dapat dipulihkan) dinilai sangat berlebihan.
Analis Abhay Dougelira menunjukkan bahwa lonjakan inflasi saat ini didahului oleh satu dekade penuh di mana tingkat IHK (Indeks Harga Konsumen) tahunan berada di bawah angka 2%. Periode panjang ini menciptakan bantalan psikologis kuat, yang mencegah ekspektasi inflasi jangka panjang menjadi tidak terkendali atau lepas dari jangkar stabilitasnya. Para ahli meyakini bahwa persepsi masyarakat mengenai dinamika masa depan lebih banyak dibentuk oleh pengalaman pribadi dan kebiasaan belanja, alih-alih dipengaruhi oleh konferensi pers bank sentral. Pada masa normal, masyarakat cenderung tidak terlalu memperhatikan retorika regulator, sehingga pernyataan resmi menjadi instrumen yang kurang efektif tanpa adanya penurunan nyata dalam biaya hidup.
Menjaga stabilitas ekspektasi sangat penting bagi perekonomian, karena faktor ini mencegah perusahaan menaikkan harga secara tak terkendali dan mencegah karyawan menuntut kenaikan upah yang signifikan. Data yang mengkhawatirkan dari survei University of Michigan—yang mencatat kenaikan ekspektasi jangka panjang hingga 3,3%—dikaitkan oleh Goldman Sachs dengan perubahan metodologi perhitungan serta polarisasi politik di masyarakat Amerika. Pada saat yang sama, statistik dari Federal Reserve Bank of New York mengonfirmasi bahwa inflasi terkini hanya meningkatkan ekspektasi kalangan muda hingga menyamai tingkat ekspektasi generasi yang lebih tua, yang pernah mengalami guncangan inflasi di masa lalu.
Model akademis khusus milik Goldman Sachs menunjukkan bahwa sensitivitas masyarakat secara keseluruhan terhadap inflasi saat ini hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan skenario hipotetis dengan kenaikan harga naik secara konsisten sebesar 2% sejak tahun 2009. Bank tersebut memprediksi bahwa inflasi di AS akan kembali sepenuhnya ke level target The Fed pada akhir tahun 2027, seiring dengan stabilnya harga minyak dan meredanya dampak tarif perdagangan baru.