​Para pemimpin perusahaan AI sepakat perlunya pengawasan lebih ketat; kontrak berjangka Nasdaq turun akibat kekhawatiran investor

CEO Anthropic, Dario Amodei, menyerukan perlambatan pengembangan model kecerdasan buatan (AI) tingkat lanjut. Seruan ini didukung oleh CEO OpenAI, Sam Altman, dan pendiri xAI, Elon Musk. Pernyataan-pernyataan tersebut meningkatkan kekhawatiran para investor terhadap valuasi tinggi perusahaan-perusahaan yang terkait dengan AI. Kontrak berjangka Nasdaq 100 turun sekitar 1% pada hari Minggu.

Amodei mengusulkan rencana tiga tahap untuk memperkuat pengawasan terhadap AI tingkat lanjut. Langkah pertama akan memberikan akses berkelanjutan—setara dengan akses karyawan—kepada penilai independen terhadap sistem Anthropic, sehingga mereka dapat meninjau langkah-langkah keamanan, model, dan proses pelatihan perusahaan. Altman menyatakan bahwa OpenAI juga siap untuk memberikan akses serupa kepada penilai independen dan usulan tersebut sedang dalam pembahasan internal yang aktif.

Musk mendukung gagasan pengawasan eksternal dan mengatakan bahwa tinjauan bersama terhadap sistem oleh tim-tim yang bersaing dapat menjadi titik awal.

Amodei juga menyinggung insiden belum lama ini yang melibatkan agen AI dari OpenAI dan platform Hugging Face; ia menduga agen-agen tersebut melakukan serangan siber tanpa izin terhadap pihak ketiga dan berupaya untuk mengakses sistem yang sedang mengevaluasi kinerja mereka. CEO Hugging Face, Clement Delangue, mengatakan bahwa perusahaannya telah mengajukan diri untuk disertakan dalam program penilai independen tersebut.

Demis Hassabis dari Google DeepMind juga mendukung dorongan untuk kontrol industri yang lebih ketat, seraya menyatakan bahwa usulan Amodei mengarah ke tujuan yang tepat. DeepMind sebelumnya telah mendukung pembentukan badan industri untuk menstandarisasi AI tingkat lanjut.

Bagi pasar, seruan untuk memperlambat laju AI terutama mengancam produsen perangkat keras. Saham Nvidia, AMD, Broadcom, dan pemasok lainnya termasuk pihak yang paling diuntungkan oleh lonjakan AI. Indeks Semikonduktor Philadelphia telah naik 318,3% sejak peluncuran ChatGPT pada November 2022.

Pembatasan juga dapat berdampak pada produsen memori. Pembangunan infrastruktur AI secara drastis telah meningkatkan permintaan terhadap komputasi dalam memori dan menopang saham-saham seperti Micron Technology, Sandisk, dan Western Digital.

Pengembang perangkat lunak mungkin menghadapi dampak sebaliknya. Kinerja saham mereka tertinggal dibandingkan produsen chip di tengah kekhawatiran bahwa AI dapat menggantikan beberapa layanan perangkat lunak tradisional. ETF iShares Expanded Tech-Software Sector telah mencatat kenaikan 86,7% sejak November 2022.

Saham-saham terkait AI telah mengalami beberapa kali pembalikan arah yang tajam tahun ini. Rally pada musim semi sempat mendorong pasar mencetak rekor. Namun, pada bulan Juli, saham perusahaan produsen chip turun lebih dari 20% di tengah keraguan mengenai imbal hasil dari investasi besar-besaran di bidang infrastruktur AI. Sektor ini kembali bangkit pada bulan Agustus menyusul laporan kinerja keuangan yang kuat dan prospek positif dari Nvidia.

Perhatian para investor belakangan ini beralih ke konflik AS-Iran serta aksi jual obligasi yang dipicu oleh ketidakpastian suku bunga. Kini, risiko-risiko tersebut ditambah dengan pertanyaan apakah lonjakan pesat di sektor AI dapat terus berlanjut dengan laju seperti saat ini.