Samsung melampaui Nvidia sebagai perusahaan paling menguntungkan di dunia

Samsung Electronics dari Korea Selatan secara diam-diam telah melampaui Nvidia—perusahaan yang sangat diminati para investor—untuk menjadi perusahaan paling menguntungkan di dunia.

Laba operasional raksasa asal Korea ini melonjak 783% year‑on‑year pada kuartal ketiga, mencapai 107,4 triliun won (sekitar $75 miliar), dibandingkan dengan laba Nvidia yang berada di angka sekitar 97 triliun won pada periode yang sama. Alasannya sederhana: infrastruktur kecerdasan buatan (AI) membutuhkan memori dalam jumlah sangat besar, dan Samsung merupakan pemasok utamanya.

Para analis di KB Securities memperkirakan bahwa lonjakan keuangan ini akan terus berlanjut. Mereka memprediksi laba operasional perusahaan pada kuartal keempat akan mencapai sekitar 114 triliun won. Lebih lanjut, mereka melihat potensi percepatan lebih lanjut pada tahun 2027 karena keterbatasan pasokan dapat mendorong kenaikan harga memori dengan bandwidth tinggi (HBM4), yang digunakan dalam akselerator AI, hingga lebih dari 100%.

Meskipun memimpin dalam perolehan laba, saham Samsung diperdagangkan pada rasio harga terhadap laba (forward P/E) yang sangat rendah, yakni sekitar 4. Para analis tetap memberikan peringkat "beli" dengan target harga 600.000 won, dengan harapan adanya imbal hasil besar bagi para pemegang saham. Dari sekitar 110 triliun won kas yang tercatat dalam neraca keuangan perusahaan, Samsung diperkirakan akan membagikan 70–80 triliun won sebagai dividen tunai, serta mengalokasikan 30–40 triliun won lainnya untuk program pembelian kembali saham (buyback) berskala besar, yang diharapkan dapat mendongkrak harga sahamnya.