Selama awal sesi New York euro turun dibawah 1,3 melawan dolar mencapai level 1,2995 untuk pertama kalinya selama dua bulan. Seperti yang dilaporkan Bloomberg, penurunan ini diakibatkan oleh kenyataan bahwa hasil imbal obligasi pemerintah Spanyol 10 tahun mencapai 6,16%.
Selama dua jam selanjutnya euro sedikit mendapatkan kembali posisinya dikarenakan berita yang positif pada perekonomian AS, khususnya pada indikator penjualan retail yang baik. Meski demikian, menurut analis alasan utama perubahan nilai mata uang Eropa merupakan indikator pada pasar hutang UE.
Credit Suisse mengharapkan euro akan menargetkan level 1,28 melawan dolar dalam waktu dekat. Diwaktu yang sama mata uang Eropa menunjukkan dinamika negatif dalam hubungannya dengan unit mata uang pada ekonomi utama, khususnya pada yen Jepang dan real Brazil