Hasil imbal obligasi Perancis naik setelah pengumuman hasil tahap pertama pemilihan presiden, dimana kepala pemerintah saat ini Nikolas Sarkozy menetap jauh di belakang sosialis François Hollande, menurut Bloomberg.
Hasil obligasi 10 tahun naik menjadi 3,12% tiap tahun. Swap dengan obligasi Jerman naik dari 1,38 menjadi 1,44 poin persentase, yang merupakan maksimum sejak 9 Januari.
Pertumbuhan pengembalian menyatakan ketidak pastian investor pada prospek ekonomi Perancis. Sementata itu, mereka berasumsi bahwa jika menang, Hollande akan menyelesaikan langkah kehemeatan ekonomi, yang dibicarakan lebih banyak oleh Sarkozy. Hasilnya, hutang publik Perancis, yang mendekati 90% GDP, mampu naik.
Dalam pergerakkannya, euro turun jauh melawan seluruh mata uang utama tanggal 23 April, Euro turun sebanyak 0,6% melawan dolar AS dan sebanyak 1% melawan yen. Disamping hasil pemilihan umum Perancis, peran negatif dimainkan oleh memburuknya krisis anggaran di Belanda, yang mengancam sebab perubahan dalam pemrintah.
Setelah perhitungan seluruh suara, Hollande memiliki 28,6%, Sarkozy menduduki posisi kedua sebanyak 1,5 p.p. Posisi ketiga dipegang oleh Presiden Front National Marine Le Pen yang memiliki 18,1%.
Menurut hasil suara, Hollande dianggap sebagai terfavorit di tahap kedua. Karena polling menunjukkan 56% akan memberikan suara untuknya, sedangkan untuk Sarkozy hanyak 44%.