BOJ Akan Menyuntikkan Dana Sebesar $124 Miliar Untuk Ekonomi

Bank of Japan menaikkan dana program pembelian obligasi sebesar 10 triliun yen atau setara dengan $124 miliar, tulis Bloomberg. Dengan demikian, volume suntikan dana dari regulator dalam ekonomi akan mencapai 40 triliun yen.

Langkah ini didorong oleh deflasi yang berkepanjangan dan pemulihan ekonomi Jepang yang lemah setelah krisis. BOJ mentargetkan inflasi akan setara dengan 1% per tahun, yang merupakan sebuah indikator positif untuk ekonomi.

Selain itu, aliran masuk dana tersebut ditargetkan untuk melemahkan nilai yen, yang trading di rekor level ketinggian melawan dollar AS baru-baru ini. Saat ini pasangan ini dikuotasi di 80.88, atau 30% lebih timggi dari krisis tahun 2008.

PDB dari ekonomi terbesar ketiga dunia ini diperkirakan akan melambat di kuartal pertama 2012 mengingat indikator untuk periode Oktober ke Desember (3% per tahun).

Hal ini menambahkan kekhawatiran dari para investor internasional terkait dengan kondisi ekonomi dunia dan mengingat kembalinya Inggris ke dalam resesi serta ancaman gagal bayar utang yang meningkat di Spanyol.

Saat ini tingkat suku bunga acuan di Jepang sebesar 0 hingga 0.1%. Meski dengan adanya mitigasi kebijakan kredit yang baru kali ini terjadi serta besarnya aliran dana yang masuk dalam ekonomi, Jepang masih belum mencapai kemajuan ekonomi yang stabil. Alasan untuk hal ini dapat terletak pada keadaan demografis negara tersebut serta utang yang sangat besar dalam ekonomi, contohnya, utang publik Jepang melampaui 250% PDB, yang merupakan tingkat utang tertinggi.