Euro telah turun melawan dolar selama lima hari

Mata uang Eropa telah menurun melawan dolar selama lima hari berturut-turut setelah kehilangan 0,2% pada 04 Mei ke level 1,3133 dolar. Dalam satu minggu total penurunan mata uang sebesar 0,9% dan ini merupakan indikator terburuk untuk bulan lalu. Penurunan ini merupakan yang tedalam sejak September 2011. Alasan penurunan euro adalah statistik ekonomi yang tidak meyakinkan dari zona euro, seperti yang dilaporkan oleh Bloomberg. Dengan demikian, PMI manufaktur menunjukkan kemunduran dari 49,1 ke 46,7 poin (nilai dibawah 50 menunjukkan pengurangan output).
Selain itu, pemenang pemilihan presiden di Perancis Francois Holland meminta pertimbangan kembali untuk European Union Budget Pact (Perjanjian Anggaran Uni Eropa). Dalam opininya, sangat penting untuk mempertaruhkan pertumbuhan ekonomi, bukan langkah penghematan. Para investor menganggap hal tersebut sebagai ancaman untuk euro pada waktu mendatang. Di Yunani kedua partai mendukung rencana bantuan dari Uni Eropa untuk tidak mendapatkan mayoritas pemilihan dalam pemilu yang akan datang.
Selama 6 bulan terakhir mata uang tunggal turun melawan enam mata uang utama senilai 3,9%. Ini merupakan perkiraan terburuk diantara 10 ekonomi berkembang terbesar. Untuk perbandingan dolar telah meningkatkan setengah dari poin presentase untuk satu periode dan yen telah menetap pada tren turun 1,3%. Di Rusia, kuotasi euro hampir tidak menunjukkan perubahan dan hanya meningkat 6 kopecks. Untuk periode tersebut dolar naik lebih dari 25 kopeck.
Bersamaan dengan euro pada 04 Mei, kuotasi pasar saham Eropa bergerak turun. Indeks utama dari Inggris, Perancis dan Jerman menurun selama sesi trading sebesar 1%.