Bank Bersiap Untuk Pengunduran Diri Yunani Dari Euro

Di pertengahan bulan Mei 2012, beberapa bank besar bersiap untuk perdagangan yang dimulai dengan mata uang Yunani yaitu drachma yang dicabut sekitar 10 tahun lalu, Reuters melaporkan dengan mengutip sumber-sumber sektor bank.

Berdasarkan temuan kantor berita tersebut, banyak lembaga keuangan Eropa yang tidak membuang sistem elektronik yang memungkinkan terjadinya transaksi drachma. Survei Reuters menunjukkan bahwa akan terlalu cepat untuk memulai perdagangan dengan mata uang yang baru, namun akan lebih sulit menggunakan pembayaran tunai. Para pengusaha juga dapat menghadapi kesulitan yang sangat besar, dimana mereka membutuhkan dana tunai untuk bekerja di Yunani.

Di akhir bulan November, pelaku pasar mata uang mulai menguji coba trading dengan beberapa mata uang Eropa yang berbeda, termasuk euro. Di bulan Desember, massa media mengumumkan sebuah informasi bahwa bank-bank besar akan mulai memasang fasilitas-fasilitas teknis dengan opsi untuk trading beberapa mata uang nasional Zona Euro.

Rumor mengenai kemungkinan pengunduran diri Yunani dari Uni Eropa muncul setelah negara tersebut meminta bantuan pinjaman di musim semi tahun 2012 dari Uni Eropa dan IMF. Diskusi skenario seperti itu menjadi lebih intensif di musim panas tahun 2011, ketika itu terdapat beberapa rintangan dengan pembiayaan kembali utang publik di Yunani.

Para pemenang dari pemilihan parlemen di bulan Mei di Yunani merupakan partai yang menentang pengurangan anggaran yang radikal. Yunani dituntut untuk memperkenalkan kebijakan penghematan oleh negara-negara Eropa yang telah menyediakan bagian keuangan untuk Yunani. Pemotongan pengeluaran sosial merupakan syarat pokok. Tanpa bantuan dari Zona Euro dan IMF, Yunani kemungkinan akan menghadapi kondisi gagal bayar utang di bulan Maret 2011. Setelah pemilihan parlemen bulan Mei, negosiasi terkait kondisi gagal utang dan pengunduran diri dari kawasan euro merebak kembali.