MAta uang BRIC mencapai kerendahan 14 tahun

NIlai mata uang BRIC menurun dalam fase yang palin gcepat di triwulan kedua 1998, Bloomberg mengatakan. Di saat itu, ruble Rusia dan rupee India merupakan yang paling lemah diantara negara di negara berkembang.
Investor mengeluarkan modal dari pasar tersebut yang menentukan penurunan mata uang. Contohnya, jumlah kebangkrutan di Brazil mencapai ketinggiannya. Di Rusia, biaya satu barel ekspor minyak mentah turun ke kerendahan 6 bulan.
Ekonomi India menunjukkan pertumbuhan paling lemah selama 9 tahun dan defisit anggaran telah meluas.
Ekonomi Cina juga mengalami penurunan yang tajam.
Ekonomi riil Brazil turun 12% di triwulan kedua. Ruble turun 11,5% sementara rupee turun 10%. Yuan Cina turun 1,2% (lima kali lebih sedikit dari euro), namun selama 2008-2009 periode krisis mata uang di Cina tidak berubah. Ekonom mengharapkan mata uang Rusia, India, dan Brazil untuk turun sekitar 15% dari nilai mereka. Penurunan seperti ini dalam mata uang menyebabkan penurunan signifikan pada banyak perusahaan besar. Dengan demikian, Procter &Gamble menurunkan perkiraan profitnya dua kali karena fluktuasi nilai tukar. Negara BRIC, negara berkembang terbesar di dunia, berada diantara 12 ekonomi dunia terbesar. Gabungan PDB sekitar lebih dari 13 triliun dolar yang artinya setara dengan PDB keempat di seluruh dunia.