Norwegia berencana akan mengentikan ekspor dan produksi minyak dan gas pada Selasa, 10 Juli dikarenakan pemogokan pekerja minyak, Agence France-Presse mengatakan mengutip Haakon Smith-Isaksen.
"Jika situasi tidak berubah, penutupan akan dilaksanakan pada Selasa tengah malam", - Haakon Smith-Isaksen mengatakan. Produksi dapat dilanjutkan saat simpanan mulai berkurang.
Pada Kamis, 5 Juli, Perusahaan minyak Norwegia terbesar Statoil mengumumkan bahwa perusahaan tersebut akan menghentikan produksi ke landas kontinen Norwegia pada 9 Juni dikarenakan pemogokan yang melibatkan lebih dari 700 tenaga kerja. Seperti yang dikatakan oleh perusahaan, penutupan akan memakan biaya sekitar 80 juta dolar per hari.
6.000 orang ikut ambil bagian pada pemogokan minyak yang akan dilaksanakan akhir Juni di Norwegia. Para pekerja memperjuangkan hak mereka agar dapat mengajukan pensiun sepenuhnya di umur 62 bukan 65. Produksi minyak mentah dijalankan oleh 50 perusahaan di Norwegia, termasuk perusahaan besar internasional seperti Royal Dutch Shell, Statoil,d an BP. Penggalian minyak dilakukan di landas kontinen Norwegia. Penutupan akan mengakibatkan penurunan produksi pada perusahaan sekitar 2 juta barel perhari yang sebanding dengan konsumsi harian di Perancis, Financial Times melaporkan.
Sperti yang diberitakan oleh Reuter, harga untuk minyak Brent akan meningkat dikarenakan pemogokan. Pada 9 Juni satu barel minyak Brent seharga $99,2 melawan $98,5 di akhir Jumat. Pada hari Kamis setelah pemogokan dilaksanakan, minyak Brent mencapai level 100 dolar AS.