Organisasi kredit Jerman mengurangi pemberian pinjaman bersihnya pada negara zona euro yang bermasalah di awal tahun ini, Financial Times melaporkan. Jumlah persetujuan pinjaman yang diberikan ke Irlandia, Spanyol, Italia, Portugal, dan Yunani (yang disebut juga negara PIIGS) menghasilkan 241 milyar euro yang merupakan perkiraan paling rendah sejak 2005.
Dalam perbandingan dengan periode tahun lalu, pemberian pinjaman ditolak sebanyak 55 milyar euro. Italia meminjak seperempat tahun lalu.
Presiden ECB Mario Draghi sebelumnya mengingatkan mengenai "fragmentasi finansial" zona euro sebagai salah satu ancaman terbesar ekonomi Eropa. Penganalisa Morgan Stanley, Huw Van Steenis menjelaskan situasi sebagai "Balkanization of Banking Market" dan menandakannya sebagai salah satu alasan untuk ketidak stabilan sistem dalam wilayah.
Situasi yang sama diteliti dalam kredit internasional bank Perancis - Negara memberikan 489 milyar euro pada negara Uni Eropa lainnya. Dua tahun lalu indikator ini dua kali lipat lebih besar.
Di saat yang sama, aktifitas bank terus menurun. Sejak awal tahun, jumlah persetujuan kredit turun 2% diantara Portugal, Spanyol, dan Yunani. Negara PIIGS paling menderita dari krisis hutang Eropa. Yunani menunjukkan penurunan 15% dalam deposit - perkiraan tertinggi diantara negara-negara. Yunani, Irlandia, dan Portugal harus meminta bantuan Uni Eropa untuk menyelamatkan diri dari kebangkrutan. Brussel berjanji untuk meningkatkan sistem bank Spanyol dan menyediakan negara dengan 100 milyar euro bantuan hutang.