Output minyak di Nigeria minggu ini mencapai rekor ketinggian di 2,7 juta barel per hari, ujar AFP dengan mengacu pada Nigerian National Petroleum Corp (NNPC). Selama satu bulan terakhir volume produsi minyak berada pada kisaran antara 2 dan 2,4 juta barrel per hari. Sebagai perbandingan, output pimpinan pasar minyak dunia seperti Rusia dan Arab Saudi lebih dari 10 juta barrel.
Dalam beberapa tahun terakhir, ada tren pertumbuhan yang terlihat pada produksi minyak di Nigeria. Dalam berbagai cara hal tersebut berkaitan dengan program amnesti pemerintah tahun 2009 untuk milisi dari muara Sungai Niger. Keputusan ini menyebabkan gangguan yang lebih sedikit dan konfrontasi militer dan menyusul kenaikan output minyak.
Selain itu, Total, Perusahaan minyak Perancis, memulai untuk menggali emas hitam dari ladang minyak Usan dengan output senilai 180.000 barrel per hari. Namun, kurangnya investasi dalam pengembangan bidang perekonomian ini mempersulit peningkatan output.
Para investor menganggap ladang minyak di Nigeria cukup beresiko dikarenakan kemungkinan perubahan pada seluruh kondisi pengoperasian industri minyak, yang telah dilaksanakan oleh otoritas selama bertahun-tahun.
Di waktu yang sama pencurian minyak menghambat kenaikan output. Dengan demikian, Perusahaan Shell yang memperlajari hal tersebut pad musim panas lalu mengetahui bahwa Nigeria mengurangi 150 barrel perhari dikarenakan pencurian minyak.