Pemerintah AS tidak meniadakan kemungkinan adanya penggunaan cadangan minyak strategis untuk menurunkan harga pasar, laporan Reuters yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui rencana-rencana tersebut. Amerika Serikat ingin menghindari dampak negatif dari sanksi pada Iran yang megarah pada pertumbuhan harga.
Dalam jangka pendek para pejabat resmi akan mempelajari situasi pasar dan memperkirakan jika harga bensin dapat turun di awal bulan September seperti biasanya. Keputusan akhir untuk penggunaan cadangan minyak akan tergantung pada hasil penelitian.
Harga minyak terus naik selama beberapa pekan lalu. Di bulan Juli, harga minyak Brent hanya 90 dollar per barrel sementara pada tanggal 16 Agustus harga minyak tersebut mendekati level 120 dollar per barrel.
Terakhir kali Amerika Serikat mempertimbangkan untuk penggunaan cadangan minyak pada musim semi. Tetapi keputusan tersebut ditunda kembali karena adanya penurunan harga. Amerika dapat memikirkan langkah-langkah ini bersamaan dengan ekonomi-ekonomi utama lainnya seperti Inggris, Perancis, dan Jerman karena negara-negara tersebut juga cemas mengenai kenaikan harga.
Namun, ide penggunaan cadangan strategis mungkin akan sangat penting bagi Partai Republik AS karena organisasi tersebut dapat menemukan poin politik dalam tindakan ini yang akan menjamin kemenangan Barack Obama pada pemilihan mendatang.
Volume cadangan minyak strategis saat ini mencapai 727 juta barrel yang setara dengan 37 hari konsumsi AS saat ini.