Securities and Exchange Commission (SEC)AS mempertimbangkan masalah perubahan peraturan penyingkapan informasi mengenai perusahaan sebelum IPO, Wall Street menulis mengutip surat dari anggota Dewan Perwakilan Darrell Issa.
Republikan Issa di bulan Juni beralih ke SEC, menekankan bahwa kurangnya informasi di Facebook IPO menyebabkab kerugian pada investor yang kekuarangan informasi. Harga saham jejaring sosial tersebut turun dari $38 di IP menjadi $19,41 di penutupan sesi tanggal 24 Agustus. Investor besar memiliki informassi yang lebih luas mengenai perusahaan, yang ditermia oleh mereka dari pengelola dan penjamin IPO.
Shapiro meminta timnya untuk mengubah peraturan penyebaran informasi mengenai perusahaan selama "periode blackout" sehubungan denan pengembangan pasar saham dan teknologi. Kepala komisi tidak menjelaskan apakah tugas tersebut berhubungan dengan IPO Facebook.
Kepala SEC tidak mengesampingkan bahwa larangan terhadap pidato direktur perusahaan, yang bersiap untuk IPO, dapat dibatalkan. Saat ini mengungkapkan data analisis dan perkiraan sebelum IPO dilarang. Dan informasi rinci mengenai perusahaan diterima hanya oleh pengelola IPO.
Issa menawarkan untuk menggunakan "Lelang belanda", dimana penempatan harga ditentukan di perdagangan terbuka. Di suratnya, Shapiro mengamankan mekanisme (book bulding) saat ini, dimana penempatan harga ditentukan oleh penjamin IPO sebagai hasil konsultasi dengan investor besar.
Meskipun ada kesiapan untuk membuat pengakuan, kepala SEC telah menemukan volume akses terbuka yang cukup untuk investor.