Indeks Amerika, S&P, telah naik 14% sejak awal tahun 2012. Seperti yang diinformasikan oleh Bloomberg, bahwa berinvestasi pada indeks ini tampaknya lebih menguntungkan dari obligasi pemerintah dan korporasi, mata uang dolar AS dan dalam sebagian besar indeks-indeks saham di Eropa dan Asia, serta komoditas. Menurut estimasi dari kantor berita tersebut, hasil ini diraih oleh indeks saham utama AS tersebut untuk pertama kalinya sejak 1995.
T-notes AS di 2012 membawa imbal hasil sebesar 3,3%, obligasi perusahaan dengan peringkat investasi mencapai 9,9%. Indeks GSCI S&P dari komoditas barang mentah naik 1,7% dan Indeks Dolar, menunjukkan nilai kurs mata uang Amerika terhadap enam mata uang utama dunia, turun 0,7%.
Indeks S&P 500 merupakan indeks besar yang terdiri dari saham-saham 500 perusahaan publik termahal di AS. Jika dibandingkan dengan indeks-indeks nasional yang lebih kecil, hasilnya akan berpihak pada S&P. Dax Jerman, yang merupakan gabungan saham dari 30 perusahaan, naik 25% di 2012, dan indeks utama Bursa Saham Athena naik 28%. Di Federasi Rusia, indeks MICEX naik 4% sejak awal 2012.
Bloomberg mengamati bahwa para peserta pasar secara aktif berinvestasi dalam saham-saham Amerika meski pertumbuhan ekonomi yang melambat dan naiknya keuntungan perusahaan. Tingkat kredit AS berada pada level yang sangat rendah sejak krisis, sehingga para investor tidak kekurangan dana untuk investasi di berbagai saham.
Lima bank di Wall Street memprediksikan, bahwa di 2013 S&P akan mencapai rekor di dekat 1,600. Saat ini, indeks tersebut mencapai 1,433.