Arab Saudi menurunkan harga untuk pengiriman minyak di November ke Asia dan AS. terkait perang harga OPEC, kerajaan tersebut berjuang untuk mempertahankan pangsa pasarnya di Asia dan Amerika. Di saat negara-negara lain berjuang untuk menghentikan jatuhnya harga minyak, Arab Saudi berupaya mempertahankan persaingan dengan pemasok minyak lainnya ditengah-tengah lambatnya permintaan global. Perlu diketahui bahwa produsen minyak lainnya di Teluk mengumumkan diskon besar-besaran bulan lalu. Arab Saudi dan negara anggota OPEC lainnya memilih mempertahankan pangsa pasar mereka dan bukan dengan menurunkan produksi untuk menaikkan harga. Perusahaan minyak milik negara Arab Saudi (Aramco) menurunkan harga jual resmi untuk minyak mentah level medium sebesar $3,20 per barel. Sebelumnya, Aramco menawarkan potongan harga $2,30 per barel untuk penjualan Oktober. Kini, pasar utama Arab Saudi adalah Asia, yang menjadi satu-satunya pasar yang tumbuh di seluruh dunia. Tidak mengherankan jika potongan harga terbesar ditawarkan ke negara-negara Asia. Menurut Bloomberg, diskon untuk minyak mentah mendium ke Asia naik paling besar sejak Februari 2012. Pada saat yang sama, meski harga minyak dunia jatuh dan perang harga negara-negara OPEC, Arab Saudi tidak akan menurunkan investasi dalam produksi minyak mentah. Yang menarik, negara kerajaan ini tetap mempertahankan kebijakan meski mengalami permasalahan keuangan. Turunnya harga minyak membuat pendapatan fiskal lebih rendah, artinya anggaran pulik yang ketat. Hal ini membuat orang kaya Arab Saudi tidak puas. Akibatnya dana sebesar miliaran dolar ditarik dari luar negeri kembali ke perekonomian domestik. Dana kesejahteraan negara (SWF) Arab Saudi mencapai total $737 miliar hanya setahun lalu yaitu Agustus 2014. Namun, kesejahteraan Arab Saudi perlahan menurun. Defisit anggaran Arab Saudi diperkirakan mencapai 20%. Pemerintah sulit untuk memotong angagran ditengah-tengah keadaan yang pelik.