Para staff eksekutif dari People's Bank of China mengumumkan keputusannya untuk menyuntikkan $16,6 milyar ke sistem perbankan. Dengan penggunaan dana tambahan, regulator mencoba untuk mempertahankan suku bunga interbank tetap rendah di tengah pengeluaran modal besar-besaran dari Tiongkok. Bank sentral China menyediakan $16,6 milyar (105 milyar yuan) sebagai pinjaman pada 11 bank komersil menggunakan fasilitas pemberian pinjaman jangka menengah dengan rate 3,35 per sen. Analis mengatakan bahwa keputusan dibuat tepat setelah data PDB terbaruk dirilis. Laporan menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi di triwulan ketiga menurun ke 6,9 per sen menunjukkan pertumbuhan paling lambat sejak 2009. Para ahli yakin bahwa suntikkan dana pada sistem perbankan bukanlah satu-satunya langkah yang diambil oleh para pejabat PBOC. Contohnya, ekonom di Bank of America merasa bahwa PBOC akan menggunakan alat lainnya, termasuk potongan RRR, operasi pasar terbuka, dan fasilitas managemen likuiditas lai8nnya untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi nasional dan mempertahankan suku bunga interbank tetap rendah. Meskipun begitu, beberapa manager portfolio menyarankan untuk memperhatikan pada sektor jasa Tiongkok yang sedang berkembang pesar. Beijing terus mencoba untuk membuat transisi pada ekonomi yang dikendalikan oleh konsumen, menyeimbangkannya dari manufaktur dan perdagangan untuk jasa. Namun, sulit untuk melaksanakan perubahan ekonomi ini dengan ekonomi Tiongkok yang berskala besar.