IMF memperkirakan defisit anggaran di Arab Saudi

Selama lima tahun mendatang, Arab Saudi akan menghadapi pertumbuhan pesat dari anggaran defisit yang diakibatkan oleh harga minyak yang rendah. Informasi ini diungkapkan oleh chanel CNN dengan referensi pada Dana Moneter Internasional (IMF).

IMF mencatat bahwa di tahun 2015 Negara-negara Timur Tengah mengalami kerugian 360 miliar dolar AS dikarenakan harga yang rendah untuk hidrokarbon. Dalam kondisi saat ini negara-negara diwilayah ini harus mengurangi pengeluaran dan menggunakan cadangan mereka.

Arab Saudi, Penghasil minyak terbesar dunia, perlu menjual minyak disekitar 106 dolar AS perbarel untuk menyeimbangkan anggaran mereka. Namun, Analis dari IMF menduga bahwa harga minyak dari 50 dolar AS akan menunjukkan defisit anggaran dalam 5 tahun.