S&P Dinyatakan bersalah melakukan penipuan terhadap para investor menjelang krisis finansial

Federal Court of Australia mengetahui bahwa Standard & Poor's diduga menyesatkan dan melakukan penipuan pada para investor di tahun 2006.
Pada Oktober 2011 dua belas dewan lokal Australia ( dan satu lagi yangmenggugat secara terpisah) mengajukan gugatan terhadap S&P untuk memastikan peringkat triple-A pada CPDOs, atau Constant Proportion Debt Obligations, yang otoritasnya dibeli di tahun 2006.
Para ahli dari Standard&Poor's mengatakan bahwa ada kurang dari 1 persen resiko ketidak mampuan membayar hutang pada sekuritas ini. Namun, dalam beberapa bulan selanjutnya para anggota dewan kehilangan lebih dari 90 persen dana senilai $16,6 miliar yang mereka investasikan.
Pengadilan memutuskan bahwa peringkat S&P di AAA pada catatan CPDO merupakan penipuan. Pengadilan Jayne Jagot menemukan bahwa ABN Amro yang mengeluarkan surat hutang ini tertarik dengan keputusan lembaga tersebut. Pengadilan memberi penghargaan pada ke-12 lembaga dewan lebih dari $31 juta untuk mengganti kerugian dan kerusakan dari tindakan Standard & Poor.
S&P mengaku tidak bersalah dan mengatakan mereka akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Keputusan itu menandakan untuk pertama kalinya sebuah lembaga pemeringkat ditemukan atas tugas pemeringkatan yang terlalu tinggi.
The Financial Times melaporkan bahwa hal ini akan menjadi titik awal untuk percobaan semacam itu di Eropa, terutama di Inggris.
Kegiatan lembaga pemeringkat tersebut dianggap menjadi salah satu alasan krisis finansial di 2008. Maka akan banyak terjadi kegagalan pembayaran obligasi triple-A dalam waktu dekat yang mengakibatkan kebangkrutan bagi para investor.