Harga Minyak Mentah Turun Ke Level Terendah Sepanjang Sejarah

Harga minyak terus turun. Minyak mentah Brent, acuan harga minyak global, turun di bawah level 42 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak 2009. Isu kelebihan pasokan global masih menjadi kekhawatiran pasar dan keputusan OPEC untuk meningkatkan produksi minyak hanya menambah buruk situasi. Selain itu, Iran dan Irak berjanji untuk meningkatkan ekspor minyak di tahun depan, dimana hal ini semakin memperburuk situasi. Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman di Januari turun 2,7 sen ke level 41,83 dolar AS per barel dari harga penutupan sebelumnya. Jika harga acuan minyak mentah tersebut terus turun, harga kemungkinan akan memasuki wilayah di bawah 36 dolar AS yang menjadi harga terendah sejak 2004. Mengingat eratnya hubungan antara harga minyak dan krus ruble, mata uang Rusia mendapatkan imbas dari penurunan harga minyak. Ruble turun di bawal level 69 melawan dolar AS untuk pertama kalinya sejak awal musim gugur. Ruble turun hampir 1 ruble dari kuotasi harga sebelumnya. Negara-negara pengekspor minyak gagal menyepakati batas atas produksi dimana hal ini mengisyaratkan pasokan minyak berlebih akan terus membebani harga minyak. Beberapa ahli berpendapat bahwa OPEC telah kehilangan kendali terhadap pasar minyak mentah dan perubahan fundamental dapat terjadi hanya jika permintaan melampaui produksi. Perkiraan paling negatif menunjukkan harga akan mencapai 20 dolar AS per barel terkait kurangnya tanki untuk kelebihan minyak.