Rusia tidak berniat untuk menurunkan produksi minyak

Negara-negara OPEC menolak menurunkan produksi minyak untuk menstabilkan pasar dunia. Hal ini membuat tekanan pada negara-negara pesaing semakin meningkat. Namun, Rusia siap menerima tantang OPEC.

Pada sebuah acara industri di Desember, Wakil Menteri Energi Rusia Kirill Molodtsov mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan minyak Rusia hanya akan menurunkan produksi minyak ketika harga minyak sebesar $0.

Menurut sebagian besar ahli, Rusia berencana untuk mempertahankan produksi karena beberapa alasan. Alasan yang pertama adalah persaingan untuk meraih peringkat pertama. Di 2015, produksi minyak Rusia kembali memperbaharui rekor dibantu dengan resesi pertama ekonomi Rusia sejak 2009. Penurunan ekonomi berlanjut; Rusia berencana mempertahakan level produksi minyak dalam jumlah 525-533 juta ton di tahun depan seperti yang termasuk dalam anggaran federal.

Alasan kedua adalah pertumbuhan ekspor. Saat ini, modernisasi kilang minyak telah selesai. Teknologi maju membuat konsumsi domestik untuk bahan mentah menurun, dengan begitu meningkatkan volume ekspor minyak yang baru dan profit lebih dibandingkan dengan penjualan domestik.

Menurut Kementerian Energi, ekspor minyak akan mencapai 237 juta di 2015. Terkait dengan perkiraan yang optimis, ekspor dapat naik 2-3 juta ton per tahun di 2015-2017.

Lemahnya kurs ruble dan pemotongan pajak menjadi alasan lain Rusia menentang OPEC. Karea menurunnya kurs ruble, harga Brent turun lebih dari 20% untuk perusahaan-perusahaan minyak Rusia sejak awal tahun ini, sementara itu profit perusahaan-perusahaan minyak internasional turun sekitar 30%. Beban pajak perusahaan Rusia secara langsung terkait dengan harga komoditas, yang mendukung bahan bakar dan energi Rusia.

Selain itu, sebagian besar minyak Rusia diproduksi di beberapa lokasi Western Siberia, yang ditemukan di era Soviet. Perlu diingat bahwa biaya produksi di kawasan-kawasan ini di bawah rata-rata.