AS menambah daftar sangsi Rusia

Meskipun dihari libur Natal, pemerintah AS memutuskan untuk menghancurkan suasana perayaan para rekan Rusianya. Menjelang Tahun Baru, AS mengambil keputusan untuk menambahkan sangsi yang telah ada dan memperbarui daftar sangsi. Ditengah konflik yang terjadi di Ukraina, sebagian besar negara-negara barat mengenakan sangsi politik dan ekonomi terhadap Rusia. Pertama-tama, mereka ditargetkan pada beberapa entitas milik negara, bank, dan individu yang berkuasa.

Pada pertengahan Desember, staff UE setuju untuk memperpanjang sangsi terhadap Rusia untuk enam bulan tambahan. Setelah itu, pada 22 Desember, AS memperkenalkan larangan pada sekelompok individu dan perusahaan, termasuk mereka yang beroperasi di Crimea dan bergabung dengan organisasi sangsi lainnya, seperti GenBank, Krayinvestbank, Interbank, Mosoblbank dan lainnya. Menurut US Treasury's Office of Foreign Asset Control, sangsi tidak akan mulai di kurangi hingga Rusia sepenuhnya meleksanakan komitmben dibawah perjanjian perdamaian Minsk.

Namun, suara rakyat Rusia menumbuhkan kekhawatiran terhadap pengumuman Vladimir Putin yang akan memperketat sangsi terhadap tanggapan AS. Secara umum, Rusia merasa marah terhadap kenyataan bahwa sangsi yang yang dikenakan di sebagian besar negara di dunia telah mengakibatkan pendapatan yang sedikit dan harga makanan yang tinggi.