9 perusahaan minyak dan gas dengan utang lebih dari $2 miliar menyatakan diri bangkrut di triwulan keempat 2015. Para ahli mengatakan semakin banyak perusahaan yang akan menyatakan bangkrut di tahun depan. Perusahaan minyak dan gas harus menurunkan anggaran untuk eksplorasi dan investasi modal. Sebagian besar profit perusahaan turun 51% dari triwulan keempat setahun lalu.
Lebih dari 18 perusahaan minyak dan gas berada di ambang kebangkrutan. Mereka tengah mempersiapkan dokumen untuk mengajukan keadaan bangkrut. Dalam waktu dekat, jumlahnya akan meningkat.
Profit perusahaan-perusahaan tersebut turun bersamaan dengan turunnya harga minyak. Namun, hilangnya akses ke pasar utang menjadi rintangan terakhir. Perusahaan semakin sulit untuk mendapatkan pinjaman dan tanpa pinjaman perusahaan-perusahaan eksplorasi dipaksa untuk bangkrut.
Industri energi AS mengalami dampak bola salju dengan jatuhnya saham perusahaan minyak dan gas yang menghasilkan penurunan cepat obligasi. Mayoritas analis sepakat bahwa ini hanyalah awal runtuhnya industri energi AS dan terus meningkatnya bunga pinjaman dan situasi negatif seluruhnya dapat memicu perusahaan-perusahaan lain bangkrut.
Dengan begitu, Chesapeake Energy, perusahaan minyak dan gas terbesar AS, berpeluang 95% mengalami kebangkrutan.
Penggunaan reksadana AS dalam sektor energi juga meningkat tajam ke 15,4% dalam tiga bulan terakhir, dengan begitu semakin berdampak negatif terhadap ekonomi.