Harga minyak turun menjadi $33 per barel,

Pada hari trading pertama di tahun baru, para ahli mencatat kenaikan singkat dari harga minyak. Pergerakan naik didorong oleh maraknya konflik yang terjadi antara Arab Saudi dan Iran. Namun, beberapa hari kemudian, di London Stock Exchange, harga minyak menunjukkan penurunan signifikan. Minyak mentah Brent turun menjadi $33,08 per barel dari $35 per barel. Perlu dicatat bahwa patokan minyak mentah Brent terakhir mencapai level dibawah $34 di bulan April 2004. Catatan penurunan telah menimbulkan kekhawatiran diantara produsen minyak terbesar dunia.


Di waktu yang sama, analis menduga bahwa situasi saat ini sangat terkait dengan masalah pada pasar saham Tiongkok, yang bertahan pada hari trading singkat dalam sejarah pasar saham Tiongkok 25 tahun. Hari trading dihentikan dua kali karena saham menunjukkan penurunan tak terduga. Di 13 menit pertama trading, Indeks Gabungan Shanghai turun 5%. Pada kelanjutan trading saham tersebut semakin turun 6,9%, memicu penghentian satu hari.


Sejak Tiongkok merupakan konsumen hidrokarbon terbesar dunia, berbagai masalah pada pasar saham memiliki dampak langsung pada harga komoditas, termasuk minyak.


Terlepas dari Tiongkok, harga minyak yang rendah juga mempengaruhi Rusia. Oleh karnea itu PDB negara bisa kehilangan 2%-3% di 2016 dikarenakan penurunan harga minyak.