"Tiongkok menghabisakan $3,5 miliar per hari - 2,4% juta setiap detiknya! - untuk menopang yuan. Berapa lama akan bertahan?" tulis Dennis K. Berman, Editor Bisnis dari The Wall Street Journal. Tentunya, sulit untuk mempertahankan tahap tersebut bahkan di Tiongkok. Pada 2015, cadangan devisa Tiongkok turun 512,66 miliar dolar menunjukkan catatan pengurangan. Mata uang asing digunakan untuk menstabilkan renminbi dan mengurangi penurunan pada pasar saham.
Namun, bahkan arus keuangan besar ini tidak menghentikan penurunan skala besar yang berlangsung sejak awal tahun ini. Penurunan terus terjadi dan kepanikan diantara pelaku pasar saham memicu circuit breaker. Selain itu, yuan kembali turun di Januari 2016, dan dolar AS naik ke ketinggian sejak Agustus 2015 mencapai level 6,5646 yuan per dolar. Secara keseluruhan, negara sekali lagi tampak akan memerlukan uang dengan jumlah besar.