London Akan Kehilangan Gelar Sebagai Pusat Keuangan Dunia

Berdasarkan Guardian, mengkutip laporan dari Pusat Penelitian Perekonomian dan Bisnis (CEBR), London mungkin akan kehilangan statusnya sebagai pusat keuangan terbesar pada tahun 2012 di tengah pemotongan pekerjaan Kota.

Pada tahun 2012 London akan berada di bawah New York dan pada tahun 2015 ibu kota Inggris akan berada di tempat ketiga setelah Hong Kong, CEBR memprediksi. Jurnal Wall Street menunjukan bahwa jasa keuangan London mempekerjakan 280,3000 orang pada tahun 2011. Tahun ini pekerjaan di Kota akan turun ke 249,500 orang melawan 254,200 untuk New York. Pada tahun 2015 akan ada 247,900 pekerja pada sektor keuangan di Hong Kong dan 262,000 pada tahun 2016.

Douglas McWilliams, ketua eksekutif CEBR mengatakan: "Pergeseran ini terutama terlihat disebabkan oleh konsentrasi jasa keuangan di Timur didorong oleh peningkatan regulasi di negara-negara Barat, kenaikan pajak, dan ketidak percayaan banker."

CEBR memiliki berita buruk untuk banker London seperti yang diharapkan bahwa bonus akan turun. Tahun ini banker akan mendapatkan £4,4 milyar ($7milyar) bonus, turun dari £6,75 milyar untuk tahun 2011 dan £11,56 milyar pada tahun 2008.

Douglas McWilliams memperhatikan bahwa "Orang yang mengalami kerugian terbesar adalah taxman'. Dia mengatakan: "Pendapatan pemerintah dari sektor pelayanan jasa keuangan kemungkinan akan sekitar £40milyar dibandingkan dengan £70 milyar yang diterima pada tahun 2008 pada puncak aktifitasnya."

Tahun ini sejumlah bank Eropa telah mengumumkan reorganisasi yang akan datang dan pemotongan pekerjaan; UBS merencanakan akan memotong 10,000 pekerjaan, lebih dari 3,000 pekerja Inggris akan diberhentikan oleh HSBC, dan Royal Bank Skotlandia akan memotong 3,500 pekerjaan. Angka orang yang dipekrjakan pada sektor pelayanan jasa keuangan London turun di bawah 250,000 pada tahun 2012, 11% lebih rendah dari tahun sebelumnya. Dengan perbandingan, angka pekerja keuangan di London sebesar 350,000 pada tahun 2008.