Inti dari penurunan kurs ruble adalah ruble sangat bergantung pada harga minyak mentah, sehingga terus menurunnya harga emas hitam tersebut turut menarik mata uang Rusia turun. Harga minyak mentah Brent, yang merupakan komponen utama ekspor Rusia, turun di bawah 28 dolar per barel untuk pertama kalinya dalam 12 tahun. Terkait dengan kembali Iran ke pasar global, diperkirakan harga akan minyak akan terus turun hingga 20 dolar per barel. Oleh karena itu, dolar AS dapat terus menguat di masa mendatang.
Menurut beberapa survei terbaru, Rusia tidak memiliki simpanan yang cukup untuk membeli mata uang asing. Sebagian warga Rusia bahkan harus menghemat makanan, sehingga mata uang asing tidak menarik bagi mereka.