Ukraina lebih memilih Customs Union daripada UE

Vladimir Yelchenko, Duta besar Ukraina untuk Rusia, mengatakan bahwa Ukraina berniat untuk memasuki Customs Union dari Rusia, Belarus dan Kazakhstan, kecuali jika situasi ekonomi di Zona euro melakukan perubahan yang lebih baik lebih baik. Ia mencatat bahwa, dengan mengingat adanya peningkatan krisis di Zona euro, Kiev mungkin akan diterima dengan baik di dalam perserikatan tersebut, khususnya jika ktisis Eropa menguat.
Namun diwaktu yang sama, ide keanggotaan UE juga menarik minat Ukraina. Meskipun demikian, duta besar mencatat bahwa negara akan senang bergabung dengan yang dulunya disebut UE, bukan dengan yang saat ini dengan seluruh hutang yang tidak terhitung jumlahnya. "Kita akan melihat Ukraina dalam Uni Eropa - dalam perserikatan yang ada kemarin. Yang saat ini terjadi di Zona euro membuat kami berfikir. Namun kami tidak menolak ide [dari integrasi dengan UE]," Ungkapnya.
Ia juga menyoroti bahwa perdagangan telah berkembang diantara anggota-anggota Customs Union. Pemerintah Ukraina berharap bahwa perserikatan akan segera beroperasi sepenuhnya. Mr. Yelchenko memperkirakan akan siap pada tahun 2015.
Customs Union terdiri dari Rusia, Kazakhstan dan Belarus. Pada akhir 2009 ketiga negara tersebut setuju untuk mendirikan Common Economic Space. Perserikatan dari ketiga negara dibuat pada 1 Januari, 2010. Tajikistan menunjukkan ketertarikannya dalam bergabung dengan perserikatan dibulan September 2010 disusul oleh Kirgizia di tahun 2011. Ukraina diminta untuk masuk dalam perserikatan dalam beberapa kesempatan, namun pada saat itu Kiev lebih memilih fokus pada WTO dan bekerjasama dengan UE.