Saham-saham Jepang turun karena krisis global

Pasar saham Jepang mengalami pekan terburuk dalam tujuh tahun. Nikkei 225 turun 11,1% selama sepekan hingga 14 Februari; penurunan mingguan terbesar sejak Oktober 2008. Perusahaan raksasa seperti Toyota dan Honda juga mengalami penurunan saham masing-masing 6,5% dan 4,8%. Kekhawatiran ekonomi global menjadi salah satu alasan kunci jatuhnya harga saham.

Kepanikan investor membuat seluruh pasar saham internasional prihatin. Keadaan ini disebabkan oleh tingkat pertumbuhan PDB yang rendah, kurang sigapnya bank-bank sentral, peringatan terhadap resesi global yang baru, dan imbas negatif dari jatuhnya harga minyak mentah. "Pasar kini mulai mengantisipasi perlambatan tajam ekonomi dunia dan bahkan resesi di AS. Saya tidak mengharapkan terjadinya kolaps atau krisis keuangan yang besar seperti krisis Lehman namun akan membutuhkan waktu yang cukup lama sebelum sentimen pasar membaik," Tsuyoshi Shimizu, ahli strategi di Mizuho Asset Management mengatakan.

Fakta bahwa jatuhnya harga minyak memperburuk sistem sistem keuangan Jepang mengejutkan para analis. Menurut Koji Nagai, CEO Nomura, jatuhnya pasar saham Jepang terutama dikarenakan oleh sell-off aset di Middle Eastern SWF. Koji Nagai mengatakan bahwa saham-saham Jepang menjadi target dana kesejahteraan negara, yang mendapatkan tekanan dari jatuhnya harga minyak, Financial Times melaporkan. "Kini semua orang membicarakan sikap menjauhi risiko di pasar sehingga banyak pembeli yang memilih untuk menunggu, oleh karena itulah harga saham terus turun," pimpinan Nomura menambahkan.