Bank sentral dunia gagal menurunkan mata uang mereka

Meskipun terdapat berbagai langkah yang ditujukan pada pelonggaran kebijakan moneter, bank sentral dunia gagal menurunkan mata uang nasional mereka.

Di akhir Januari, Bank of Japan melakukan tingkat deposit negatif. Namun, sejak awal tahun, yen Jepang telah naik 8% melawan dolar AS mencapai level tertinggi seperti yang terakhir pada Oktober 2014.

Bank sentral Eropa juga mengupayakan untuk menurunkan euro. Pekan lalu, regulator memangkas tiga dari suku bunga utama dan meningkatkan program pelonggaran kuantitatif. Namun, euro naik 4,2% terhadap dolar AS.

Pada hari Kamis, 17 Maret, Bank sentral Norwegia memangkas suku bunga utama ke catatan kerendahan d i0,5% dan tidak mengesampingkan kemungkinan suku bunga negatif. Meskipun mengupayakan berbagai cara, crown Norwegia naik 1,6% terhadap dolar AS dan naik 0,8% terhadap euro.

Para ahli memperkirakan reaksi tak terduga pasar terhadap langkah bank sentral dunia memiliki dampak negatif permintaan untuk aset beresiko seperti pasar negara berkembang dan komoditas.

Selain itu, para ahli menggaris bawahi kemungkinan resiko jangka panjang pada pertumbuhan global. Seluruh bank sentral menggunakan pedoman baru untuk menurunkan mat auang dan meningkatkan persaingan ekspor mereka. Namun, tidak ada hasil apapun karena mereka melakukan pendekatan yang sama.